Baby Kailan Ketahanan Pangan Rumahan Hingga Penghasil Cuan

Sebagian besar masyarakat perkotaan tidak memiliki area yang luas untuk bercocok tanam. Apalagi bagi mereka yang tinggal di pemukiman padat penduduk. Sedikit sekali lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam.

Sebenarnya ini bukan fenomena baru namun semakin berkembang teknologi dan informasi maka kemudian masyarakat menjadi menemukan solusi. Maka sistem hidroponik dipilih agar kegiatan bercocok tanam tetap dapat dilakukan.

Bisa diatap rumah bisa dengan cara vertikal garden atau di teras rumah denagn pot gantung dan lain-lain. Selain sistem hidroponik masyarakat juga mulai pandai memilah dan memilih tanama apa yang mudah dirawat dan memiliki masa tanam relatif singkat.

Selama ini kita mengetahui tanaman cabai, tomat, bayam, labu siam atau selada air sebagai tanaman favorit yang bisa ditanam di area rumahan. Tetapi belakangan jenis sayuran bernama baby kailan sedang trend dibudidayakan oleh masyarakat. Masa tanam yang singkat dan perawatan yang tidak rumit membuat baby kailan mampu dikembangkan di lahan konvesional maupun sistem hidroponik.

Tanaman bernama latin Brassica Oleracea ini termasuk ke dalam keluarga sawi-sawian. Baby kailan adalah tanaman berbatang yang hanya berukuran 10-15 cm. Rasanya sedikit lebih pahit dibandingkan sawi hijau. Bila ditanam secara hidroponik baby kailan hanya membutuhkan waktu sekitar 40-50 hari dari masa tanam.

Berbeda dengan kailan, pada prosesnya penanaman baby kailan harus ditutupi plastik. Baby Kailan mengandung nilai gizi yang cukup lengkap dari mulai mineral, vitamin, protein hingga lemak. Dalam skala rumah tangga baby kailan dapat dijadikan salah satu sumber ketahanan pangan sayur-sayuran.

Disamping itu mampu menyediakan pasokan kebutuhan gizi skala rumah tangga sebenarnya baby kailan bisa dikembangkan menjadi komoditas sayuran yang dapat mendatangkan cuan. Banyak yang belum tahu jika tanaman baby kailan ini dapat menghasilkan untung yang cukup menggiurkan.

Semakin tingginya permintaan pasar terhadap baby kailan belum terpenuhi karena tidak sebanding dengan produksi panen baby kailan. Masih sedikit petani atau produsen sayuran yang menanam baby kailan di lahan pertaniannya. Ini karena belum tereksposnya manfaat baby kailan dan nilai jual yang dmiliki tanaman tersebut kepada masyarakat.

Padahal manfaat mengkonsumsi baby kailan untuk kesehatan sangatlah banyak diantaranya adalah mecegah kanker, membantu menjaga kesehatan mata, mencegah koagulasi, mencegah anemia dan sembeli serta masih banyak lagi yang lainnya.***

Tinggalkan komentar