Nusantara Code Menitipkan Regenerasi Petani Di Kota Blitar

Puluhan tahun lalu tepatnya tahun 1952 Bung Karno telah menyampaikan dalam pidato tertulisnya di IPB bahwa pangan adalah penentu hidup matinya bangsa. Seiring dengan pengingat tersebut Kamis 20 Juli 2023 di “Bumi Bung Karno” kota Blitar, Nusantara Code hadir menyuarakan kedaulatan pangan selaras alam berbasis budaya.

Pentingnya regenerasi pelaku pertanian muda disetiap daerah termasuk Blitar. Menjadi kota ketiga dari tujuh wilayah roadshow Nusantara Code kota Blitar dianggap sangat istimewa. Sebagai kota berjuluk kota Patria, Blitar memiliki kekayaan pangan lokal dan budaya pertanian yang selaras alam.

Hari pertama rangkaian kampanye Nusantara Code diawali dengan pemutaran film dokumenter berjudul Nusantara Code yang mengangkat Folklor Dewi Padi dilanjut dengan diskusi umum. Film dokumenter Nusantara Code sendiri diproduksi tahun 2020 dan merupakan besutan film maker sekaligus direktur program Nusantara Code Wulansary.

Kegiatan pemutaran film Nusantara Code dan diskusi bertempat di aula utama Universitas Islam  Balitar, UNISBA BLITAR. Kehadiran Nusantara Code di kota Blitar disambut antusias oleh warga Blitar dan dihadiri oleh banyak tamu dan peserta umum seperti Dinas Pertanian Kota Blitar, Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar dan wakil dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur di Blitar, mahasiswa fakultas pertanian Unisba, berbagai komunitas petani dan selaras alam yang ada di Blitar, para pelaku pertanian serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Usai agenda nonton bersama acara dilanjutkan pada sesi dialog dan diskusi umum dimoderatori oleh Dila dari dinas ketahan pangan kota Blitar. Dalam sesi diskusi tersebut direktur program Nusantara Code Wulansary menyinggung tentang minimnya ketertarikan anak muda pada pertanian. Regenerasi petani muda sangat lambat sementara ancaman krisis pangan dibarengi krisis budaya telah menjadi sebuah keniscayaan.

Wulansary keresahannya terhadap minimnya jumlah petani muda yang bersedia turun dan bergerak nyata melakukan pertanian selaras alam berbasis budaya. Masalah besar ini harus segera ditemukan solusinya. Karena itulah Nusantara Code menggandeng petani muda yang juga pegiat komunitas Tani Remen Budoyo (TRB) Dhimas Driessel. Melalui figur Dhimas Driessel diharapkan anak muda memiliki role mode nyata untuk sukses sebagai petani.

Langkah strategis ini diharapakn dapat mengangkat minat anak muda untuk mau dan mampu melakukan pertanian yang berdaulat.selama ini sebagai generasi muda Dhimas dianggap mampu merefresentasikan atittude petani muda yang mampu memotivasi dan mengedukasi pertanian selaras alam berbasis budaya secara nyata.

Citra petani miskin mebuat anak muda memilih opsi lain dalam menentukan pilihan profesinya. Hal yang demikian itu adalah satu dari banyaknya dampak negatif yang diakibatkan oleh revolusi hijau buatan pemerintahan orde baru.  Nusantara Code berusaha mengembalikan pertanian selaras alam berbasis budaya dengan berbarengan menggandeng anak muda sebagai bagian dari percepatan regenerasi pelaku pertanian.

Skema pentahelix sendiri adalah sebuah konsep yang melibatkan lima unsur penggerak yaitu pelaku dalam hal ini petani, jurnalistik / media, enterpreuner, Dalam kesempatan yang sama Dian Lukitasari, SP dari Badan Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kota Blitar turut menyampaikan pandangannya soal mentalitas sebagai anak bangsa. “Jangan menjadikan dirimu bagian dari Indonesia karena itu akan membuatmu menjadi kecil. Tapi jadikan Indonesia menjadi bagian dari dirimu maka kamu akan menjadi besar.”***

Tinggalkan komentar