Terus bergerak dari film, kajian hingga melahirkan gerakan tujuh kota di Indonesia Nusantara Code terus menghadirkan kabar-kabar baik pertanian nusantara. Buah dari perjalanan panjang tujuh wilayah yakni Padanga, Indramayu, Blitar, Kubu Raya, Wajo, Ende dan Bali, Tim Nusantara Code membuahhkan hasil manis.. Berhasil melakukan konsolidasi wilayah aktifis dan komunitas membuahkan hasil manis.
Dimana proposal tim Nusantara Code dari dua wilayah yaitu Tani Remen Blitar (Blitar) dan Rotan Kapuas (Kubu Raya) berhasil tembus di Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro (DKPM) untuk Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) rawan punah.
Sementara selain kedua wilayah tersebut masih ada lima 5 proposal lainnya yang masih dalam status menunggu pengumuman untuk skema kajian Objek Pemajuan Kebudayaan.
Setelah melalui proses seleksi review dan administrasi teman-teman dari Kubu Raya dan Blitar saat ini tengah mempersiapkan untuk membuat lanjutan film Nusantara Code episode ke- 4 dan ke- 5. Di masing-masing lokasi telah menyiapkan divisi-divisi antara lain : divisi film, divisi riset dan divisi pertanian.
Seperti film Nusantara Code yang sebelumnya telah dirilis, film lanjutan Nusantara Code ini akan mengangkat tokoh muda dari wilayah masing-masing yang akan menjadi detektif budaya. Mereka akan melakukan riset pertanian leluhur yang pernah ada di wilayah masing-masing.
Hasil riset mereka akan diimplementasikan di lahan pertanian masing-masing. Artinya pertanian dengan metode berbasis budaya selaras alam akan diwujudkan oleh teman-teman Nusantara Code di Blitar dan Kuburaya.
Selanjutnya kemudian hasil dari produksi pertanian di lahan tersebut akan menjadi data yang akan di evaluasi dan dikomparasi dengan pertanian metode konvensional.

Dari data panen di tahun 1962 para petani melakukan produksi di lahan tanpa modal dan menghasilkan panen sekitar 17 ton per hektar. Sungguh capaian yang luar biasa jika dibandingkan dengan kondisi petani di nusantara hari ini yang rata-rata panen 7 ton per hektar, dengan modal yang tidak sedikit. Bahkan beberapa kali petani kita hari ini mengalami gagal panen.
Harapan kami kerja kami di Blitar dan Kuburaya mampu mengantarakan petani indonesia kembali sejahtera dan mampu mewujudkan Indonesia berdaulat pangan.***
