Coldplay Beri Indonesia Kenang-Kenangan Kapal Pembersih Sampah

COLDPLAY SUMBANG KAPAL PEMBERSIH UNTUK SAMPAH SUNGAI CISADANE

Coldplay pernah menjadi pembahasan ramai di media sosial karena usai konser di Indonesia Coldplay beri kejutan berupa kenang-kenangan kapal pembersih sampah sungai yang akan dioperasikan di sungai Cisadane.

Usai melakukan konsernya di Indonesia Coldplay menyiapkan sebuah kapal pembersih sampah bernama Neon Moon II. Kapal ini menjadi kenang-kenangna sekaligus salah satu dukungan Coldplay dalam isu kerusakan lingkungan.

Tak hanya di Indonesia sebelumnya, Coldplay menyumbang Neon Moon I untuk Malaysia. Setelah negeri tetangga, kini RI diberi ‘hadiah’ serupa.

“Coldplay melanjutkan dukungan misi The Ocean Cleanup untuk membersihkan lautan plastik dengan mengadopsi Interceptor kedua mereka, Interceptor 020 alias Neon Moon II akan ditempatkan di Sungai Cisadane di Jakarta,” tulis The Ocean Cleanup.

Kapal pembersih sampah sungai Interceptor 02 akan bertugas sebelum Inceptor Original difungsikan. Sebelumnya pada Mei 2023 lalu, pemerintah melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Pemerintah Belanda, dan pemerintah Kabupaten Tangerang.

Dengan adanya kapal pembersih ini diharapkan sampah-sampah plastik yang ada di sungai Cisadane dapat terangkut sehingga tidak sampai kelautan dan menjadi polusi sampah.

Dikutip dari laman website resmi The Ocean Cleanup. Misi kapal pembersih sampah adalah melawan terjadinya polusi sampah plastik di Asia. Dengan menggandeng grup musik Coldplay sejak 2018.

Coldplay secara aktif bekerja sama denga The Ocean Clean Up membantu mengkampanyekan dan mensponsori pembersihan sungai-sungai terkotor di seluruh dunia.

Coldplay memilih sungai Cisadane karenaInterceptor Original adalah sebuah sistem conveyor belt sekaligus penghalang yang berfungsi untuk memungut sampah plastik di sungai. Dengan demikian, sampah-sampah plastik tidak akan mengalir ke laut dan mencemari lautan.

Interceptor 020 mampu mengapung dan memungut sampah secara otomatis di sungai. Bentuknya menyerupai kapal dan diopersikan emnggunakan energi dari sinar matahari.

 Interceptor 020 akan berkontribusi dalam menanggulangi sekitar 1000 ton plastik yang dibuang melalui Sungai Cisadane ke Laut Jawa tiap tahunnya. Ini bukan proyek pertama The Ocean Cleanup di Indonesia. Proyek itu akan jadi Interceptor kedua yang dikerahkan di Indonesia setelah Interceptor 001 yang dikerahkan di Cengkareng Drain, Jakarta tahun 2018 lalu.

Sungai Cisadane juga memiliki peran penting pada masa pembangungan kota Batavia di masa kolonial Belanda sebagai jalur transportasi logistik.

Tinggalkan komentar