Beberapa hari terakhir kota Blitar terasa lebih dingin dari biasanya. Banyak yang mengira ini ada kaitannya dengan fenomena aphelion.
Tetapi Badan Metereologi Dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa turunnya suhu di sekitar wilayah Blitar tidak ada kaitannya dengan Fenomena Aphelion.
Aphelion merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika Bumi berada di titik terjauh dari Matahari. Mengutip dari situs Almanac, Aphelion terjadi disebabkan orbit bumi tidak melingkar dengan sempurna melainkan berbentuk elips.
Fenomena Aphelion pernah dialami beberapa wilayah di Indonesia seperti Bnadung dan Blitar pada tahun 2022 lalu.
Jika fenomena Aphelion disebabkan karena adanya Sementara cuaca dingin yang saat ini melanda Blitar dan sekitarnya adalah disebabkan karena minimnya tutupan awan di atas bumi.
Pada siang hari sinar matahari langsung mengenai bumi karena tidak terhalangi oleh awa sama sekali. Begitu juga pada malam hari tidak ada tutupan awan sehingga sushu cuaca lebih dingin dari biasanya.
Selain itu BMKG juga menyatakan fenomena cuaca lebih dingin ini merupakan masa peralihan menuju pergantian musim hujan menuju musim kemarau.
Cuaca dingin dan angin cukup besar terutama di malam hari mengindikasikan telah memasuki musim kering atau kemarau.
Cuaca dingin ini tidak hanya terjadi di Blitar tetapi juga di kota lain di Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat seperti Bandung.
Dikutip dari laman BMKG prakiraan cuaca kota Blitar sendiri hari ini diprediksi cerah berawan dari pagi hingga ke malam disertai angin dengan kecepatan 20km/jam.
Kata Aphelion terdiri dari dua kata yaitu ‘Apo’ yang berarti jauh dan ‘helios’ yang artinya matahari.
Posisi bumi yang tidak berupa lingkaran sempurna penurunan suhu uang menyebabkan cuaca lebih dingin dari biasanya.
