Bulan Februari lalu di Ranca Ekek, perbatasan Bandung dan Sumedang diterjang Angin Puting Beliung. Kita banyak melihat beritanya dari sosmed, video-videonya dishare, kita mendengar takbir diteriakkan oleh mereka yang ada di lokasi kejadian, kita melihat terpaan angin itu sungguh menggetarkan hati, hingga kita secara spontan dan alamiah menyebut kebesaran NYA, memohon pertolongan NYA, berharap kasih sayang NYA.
Fenomena alam seperti APB (Angin Puting Beliung) memang tidak bisa diprediksi datangnya. Tapi sangat penting bagi kita untuk memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi hal demikian di tempat kita berada.
Maka… Kami dari Komunitas Sahabat Bumi bersama BMKG dan Teknik Geofisika ITS menyelenggarakan Webinar series : NGOBRAS (Ngobrol Santai), besok, 2 Maret, pk. 08.00 WIB.
Silahkan join di link yang tertera di paling bawah postingan ini.
NGOBROL SANTAI : MITIGASI ANGIN PUTING BELIUNG
Angin Puting Beliung di Kab. Sumedang dan Kab. Bandung , Prov. Jawa Barat yang terjadi pada Rabu, 21 Februari 2024, Pukul 15.30 WIB dan diawali hujan intesitas tinggi. Kawasan terdampak di Kecamatan Jatinangor dan Kecamatan Cimanggung Kab. Sumedang. Kawasan terdampak lainnya di wilayah Kab. Bandung yaitu di Kecamatan Rancaekek, Kecamatan Cicalengka dan Kecamatan Cileunyi. Korban terdampak di Kab. Sumedang sekitar 441 KK terdampak dan24 orang luka-luka. Di wilayah Kab. Bandung 1 orang LB, 6 orang LS dan 15 orang LR. Jumlah total terdampak 422 KK / 1.359 Jiwa.
Angin puting beliung (APB) Bandung – Sumedang ini sempat heboh, bahkan menjadi headline media di Indonesia dan di negara barat karena APB ini kemudian dianggap sebagai “tornado” yang kemungkinan muncul pertama kali di Indonesia menurut seorang Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Namun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan fenomena angin berputar itu sebagai puting beliung. Sampai hari ini berita APB vs Tornado masih menjadi topik viral di berbagai media dengan tambahan tambahan narasi yang mengerikan.
Kejadian Angin Puting Beliung termasuk kejadian alam kedua tersering di Indonesia setelah banjir. Jumlah kejadian angin puting beliung yang tercatat di Indonesia mencapai 11.456 kali. BMKG mengingatkan kepada semua Pemerintah Daerah diharapkan dapat lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat tentang cara menghadapi risiko bencana selama musim hujan dan selalu memperhatikan peringatan dini dan Informasi Prakiraan Musim Hujan 2023/2024. Agar dipakai sebagai acuan untuk menyusun rencana Aksi Dini (Early Action), dalam rangka menekan kerugian yang dapat ditimbulkan adanya bencana hidrometeorologis.
Apa itu Angin Puting Beliung? Kenapa beberapa tahun ini lebih sering terjadi dan kekuatannya lebih besar? Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko bencana? Mau tahu?
Ayooo gabung Ngobrol santai bersama Teknik Geofisika – Sahabat Bumi – BMKG – UPN VY pada :
Hari/tgl : Sabtu/2 Marer 2024
Jam : 08.00 – 10.00
📹 Zoom : https://its-ac-id.zoom.us/j/4654400585
