Mengenali Puting Beliung Rancaekek dan Mitigasi Angin Puting Beliung Bagi Kaum Inklusi

  1. Pengertian Putting Beliung
  2. Pohon dan Bangunan
  3. Mitigasi Putting Beliun Bagi Warga  Inklusi

Dalam dialog santai di ruang digital Sahabat Bumi bersama para ahli di bidangnya mencoba mengupas bagaiaman sebenarnya memitigasi bencana angin puting beliung. Dimoderatori Wulansary, founder komunitas Sahabat Bumi, terungkap betapa pentingnya mitigasi puting beliung terutama bagi kaum penyandang disabilitas.

Pengertian Puting Beliung

Pada sesi awal Kepala Deputi Bidang Metereologi BMKG, Guswanto, M. Si menyampaikan angin puting beliung merupakan bagian dari cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem adalah kejadian yang tidak lazim atau keluar dari ukurannya.

Peringatan dini cuaca ekstrem dikeluarkan oleh BMKG. 1-3 jam kedepan. Durasi peringatan dini yang dekat dengan cuaca ektrem diyakini sebagai peringatan paling tepat dan efektif untuk diketahui oleh masyarakat dibandingkan yang memiliki rentan waktu panjang seperti peringatan harian.

Bencana angin puting beliung merupakan bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang disebabkan karena air dan angin dan terbagi atas dua klasifikasi yakni basah dan kering. Sebagai negara tropis potensi bencana hidrometeorogi mengintai sepanjang tahun seperti yang terjadi di Ranca ekek merupakan bencana angin puting beliung bukan tornado.

Secara visual angin puting beliung memiliki kecepatan yang kencang dan berbahaya. Bentuknya memutar menyerupai belalai yang bisa merusak dan membahayakan. Berbeda denga tornado yang memiliki klasifikasi tertentu, dan fakta menariknya adalah angin puting beliung merupakan kearifan lokal Indonesia.

BMKG ibarat lengkuas. Setelah masak gudeg lengkuasnya dibuang. Tugas BMKG memberikan informasi kepada masyarakat tentang kondisi alam.

Putting beliung terbentuk dari angin yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan kumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan kumulus dengan permukaan tanah.

Musim peralihan masyarakat wajib waspada. Puting beliung ga bisa dicegah tapi tanda-tandanya dapat dilihat dari kecepatan angin, awan dan suhu dari panes berubah dingin.

Pohon Dan Bangunan

Melengkapi penjabaran lengkap tentang angin puting beliung dari BMKG. Dosen Teknik Geofisika ITS, Dr. Amien Widodo menyampaikan materinya yang sangat padat tentang mengapa pohon dan bangunan juga menjadi fokus utama pada mitigasi angin puting beliung.

Selama ini pohon tumbang atau pohon roboh kerap dikaitkan dengan fenomenan alam angin kencang. Tetapi pada faktanya banyak faktor yang menyebabkan pohon tumbang. Pohon Roboh atau pohon tumbang bukan bencana alam. 

Berdasarkan berbagai kasus, setelah melalui berbagai penelitian dan pemeriksaan diketahui jika pohon roboh disebabkan beberapa faktor. Banyak kejadian pohon tumbang karena pohon sudah tua, pohon sudah terlalu besar sementara akarnya kering atau keropos, kambiumnya habis.

Lebih dari itu banyak pohon tumbang disebabkan bukan karena angin kencang tapi karena kelalaian manusiaseperti misalnya akar pohon tidak bisa menjalar karena tanahnya telah berubah semen dan beton. Untuk itu fenomenan angin puting beliung menyebabkan pohon tumbang bisa dikurangi dampaknya jika semua pihak memiliki kesadaran pada lingkungan.

Misalnya ketika kondisi sebuah pohon perlu dipotong maka lebih baik dipotong atau diberi keterangan di sekitar pohon jangan dipergunakan untuk berbagai aktifitas termasuk duduk-duduk. Ada pula standar operasional perawatan pada pohon-pohon besar yang sudah tua.

saat ini “Gerakan Deklarasi Pohon Tumbang” akan membantu dalam upaya mitigasi bencana di masyarakat, sehingga masyarakat lebih memahami bagaimana memperlakukan pohon.

Mitigasi Puting Beliung Bagi Kaum Inklusi

Mitigasi bencana hidrometeoroloi seperti Puting Beliung juga diperlukan bagi para penyandang disabilitas.

Menurut humanity & Inclusion 2021, penyandang disabilitas tidak proporsional terkena dampak peristiwa bencana dan terpapar risiko yang lebih tinggi serta paling mungkin ditinggal dari bantuan kemanusiaan. AKSI “BAIK” (Aksi Kemanusiaan Inklusi Berbasis Komunitas) adalah model manajemen bencana yang inklusif bagi penyandang disabilitas dan sesuai dengan konteks atau kekhasan Indonesia.

Penutup

Peristiwa anging kencang di Rancaekek adalah angin puting beliung. Berbeda dengan tornado sesuai skala EF dikeluarkan WMO, kecepatan dan kisarannya belum menunjukkan tornado dan rentan waktu kejadiannya dibawah 10 menit.

Dibutuhkan kelengkapan metode untuk bisa diakses masyarakat terutama kaum dissabilitas dalam memitigasi bencana hidrometeorologi. Peran serta seluruh masyarakat dan stekholder terkait dapat mengurangi potensi besarnya dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam.

Tinggalkan komentar