Kepedulian Wulansary pada berbagai masalah lingkungan dan budaya sudah tak diragukan lagi. Senin malam lalu pendiri komunitas penyelamat bumi ‘Sahabat Bumi’ dan ‘Nusantara Code’ melakukan temu online bersama anak-anak muda Indonesia dari berbagai daerah dalam sebuah forum bernama Youth Impact.
Dalam kesempatan itu Wulansary memberikan materi pengembangan diri lewat program lamanya Heros Project. Heros Project merupakan program yang digagas Wulansary saat masa pandemi silam. Keresahannya terhadap mentalitas generasi muda saat berada dalam terjangan krisis mendorong Wulan untuk melakukan sesuatu untuk menolong generas muda sekaligus menyelamatkan alam.
Dalam program Heros Project terdapa 6 modul pembekalan yang akan disampaikan setiap minggu untuk peningkatan kapasitas anak dan remaja dan dewasa muda. Keenam modul tersebut adalah
1. Melepas ikatan mental block lewat public speaking dan creative writing
2. Self concept
3. Productivity
4. Ecology
5. Nationality / cinta tanah air
6. Project collaboration
Konsep Mandala diambil sebagai metode pembekalan. Mandala adalah lingkaran yang kemudia memiliki dua gaya yakni sentrifugal gaya yang keluar lingkaran, sentripetal masuk ke dalam. Maksudnya adalah menyelami ke dalam diri dan juga menghasilkan sesuatu dari dalam diri untuk diberi pada khalayak.
Bagi Wulan harapan adalah bahan bakar, sehingga hope perlu dipelihara. Tujuan adakannya forum Youth Impact ini adalah untuk mengolaborasikan potensi yang ada di generasi muda Indonesia, membooster potensi yg ada menghasilkan dampak nyata bagi diri sendiri, alam dan sekitar karena Indonesia membutuhkan percepatan kehadiran sosok – sosok anak muda unggul di masa depan.
Beberapa quotes dilontarakan Wulansary dan memantik responsif para anak muda untuk mengungkapkan pandangannya. Salah satunya adalah bahagia kadang hadir dengan sederhana ketika kita mampu menebar manfaat dan membahagiakan orang lain.
Sebagai anak muda yang potensial mengembangkan diri Hayah Nisrinaf menceritakan pengalaman bahagianya ketika mengajarkan anak berkebutuhan khusus belajar public speaking dan menari tanpa kompenasasi apapun.
Kebahagiaan menarik lain diungkapkan Rama pemuda asal Bali. Kebahagiaannya bertumbuh ketika berkontribusi pada perkembangan kesadaran masyarakat dalam memitigasi bencana, pengendalian dan dampaknya berdasarkan kejadian erupsi gunung Agung belasan tahun silam. Meski semula dimulai dari amalan sederhana membantu teman yang sedang melakukan riset di Bali.
Cerita berbeda dan unik juga meluncur dari Padi Ramitza di Surabaya yang mengungkapkan kebahagiaan hadir manakala seorang yang biasanya menjadi circle tak menyenangkan kemudian berbalik menjadi orang yang dekat dengan kita. Perubahan yang terjadi tersebut tak lain dan tak bukan karena konsistensi kita yang terus membantunya dalam stuasi apapun bahkan yang tak menyenangkan sekalipun. Kebaikan yang dilakukan berulang dan terus-menerus akan membuahkan hasil.
Khazanah mahasiswa astronomi ITB yang berasal dari Jawa barat menceritakan hal berbeda ketika bahagia menghampirinya. Keinginan berkontribusi agar tugas akhir bermanfaat bagi masyarakat mengantar Khaza menjadi admin departemen literasi dan sastra di sebuah komunitas astronomi. Silent majority tak membuat Khaza kecil hati dalam membagikan berbagai informasi literasi baik berupa puisi dan lainnya yang ternayta banyak memiliki manfaat pembacanya.
Sudah menjadi hukum alam bahwa manusia selalu bertumbuh. ”Orang besar adalah orang yang berpikiran besar, untuk umat yang lebih besar dibandingkan sekedar circle terdekatnya (keluarga, kerabat, kawan)”
