Bertepatan dengan hari Dongeng Sedunia Yayasan Peneleh Jang Oetama resmi meluncurkan buku berjudul Mnaifestasi Folklor Dewi Padi karya Wulansary secara daring.
Manifestasi Folklor Dewi Padi merupakan buku yang menyandingkan pengetahuan tradisional dimana salah satunya menyangkut astronomi dengan metode ilmu pengetahuan moderen. Memberikan landasan logis untuk mendukung pentingnya penggunaan penanggalan tradisional.
Di dalam buku ini memperlihatkan masyarakat pertanian tradisional di empat lokus kajian yang telah melanggengkan hubungan harmonis dan setara antara kerja di bumi dengan gerak langit yang menjadi landasan kosmologis masyarakat adat.
Bertepatan dengan hari Dongeng Sedunia Wulansary berharap budaya dan pengetahuan nenek moyang kembali direkondisi demi terciptanya ketahanan pangan nusantara.
Bagi Wulansary buku tentang sosok perempuan adi-kodrati yang dikenal berbagai nama di banyak wilayah di Indonesia, Dewi Padi menyuguhkan manifestasinya dalam pertanian.
Folklor jadi gerbang masuk untuk menemukan kode2 budaya yang saya transdisiplinerkan bersama para saintis dari lintas keilmuan lain, baik ilmu alam maupun ilmu sosial humaniora.
Melalui penelitian yang cukup waktu dan penyusunan buku yang juga cukup lama Wulansary membuktikan bahwa leluhur Nusantara bertani dengan tata cara yang dapat dipertangungjawabkan secara ilmiah, tidak ‘ngawur’ dan bukan bid’ah.
Dalam acara launching dan bedah buku tersebut juga tak lupa Wulansary mengucapkan rasa terima kasihnya yang tak terhingga pada banyak pihak yang telah membantunya menyelesaikan buku istimewa tersebut.
Dalam perjalanan penyusunannya buku Mnifestasi Folklor Dewi Padi melakukan banyak penelitian di berbagai daerah yang sepenuhnya didukung oleh Dana Abadi Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.***
