Lima Tradisi Unik Yang Hanya Ada Di Indonesia

Tradisi Unik Ini hanya di Indonesia. Selain menjadi warisan budaya turun temurun, tradisi-tradisi unik ini memiliki filosofi keselarasan hidup manusia dengan alam.

  1. Tradisi Metatah di Bali

Tardisi memotong gigi yang wajib dilakukan remaja di Bali sebagai penanda memasuk kedewasaan. Metatah berasal dari kata tatah yang dalam bahasa Bali berarti pahat. Potong gigi dilakukan dengan mengikir kedua gigi taring dan empat gigi seri rahang atas. Namun, proses ini harus dilakukan dengan hati-hati. Setelah gigi dikikir, peserta metatah diminta untuk mencicipi enam rasa. Metatah dilakukan untuk melawan keserakahan dan membangkitkan spiritulitas pesertanya.

2. Tradisi Bakar Tongkang di Riau

Sebuah tradsiis unik kerap dilakukan masyarakat Riau sebagai bentuk syukur kepada para leluhurnya yang telah membawa mereka ke Riau. Tradisi tersebut adalah tradisi bakar tongkang. Tongkang diumpamakan sebagai kapal yang membawa leluhur mereka hingga ke Bagasiapiapi Riau. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Tionghoa Riau sebagai wujud syukur karena para leluhur berhasil membawa keluarganya menetap di perantauan hingga saat ini.

3. Tradisi Bakar Batu di Papua

Tradisi bakar batu adalah salah satu ritual unik di Papua sebagai bentuk rasa syukur dan mempererat silaturahmi atau upacara perkawinan. Tradisi bakar batu dilakukan oleh suku pedalaman Papua dengan sebutan berbeda-beda. Ritual ini memasak dengan menggunakan batu yang panas sekali. Batu-batu itu dibakar sampai panas hingga berubah warna menjadi merah membara. Sambil menunggu batu panas, warga akan menggali lubang yang dalam lalu menempatkan daun pisang untuk alang-alang di dasar lubang tersebut. Batu yang telah memerah panas nantinya diletakkan di dasar lubang tersebut, lalu di atas batu tersebut ditumpuk daun pisang dan diletakkan daging babi.

4. Tradisi Mandi Balimau Kasai di Riau

Tradisi mandi Balimau adalah tradisi mandi khas masyarakat Riau saat menjelang bulan ramadhan. Balimau berarti mandi dengan menggunakan air yang dicampur dengan jeruk purut , jeruk nipis, atau jeruk kapas. Selain menggunkan jeruk tradisi mandi Balimau juga menggunakan kasai yang artinya wewangian yang dipakai saat berkeramas. Kasai diyakini dapat mengusir rasa dengki dan pikiran buruk yang ada di kepala.

Tradisi mandi Balimau sebenarnya berasal dari Sungai Gangga (India). Mereka menyucikan diri agar dosa-dosa mereka hilang bersama aliran sungai. Balimau Kasai berkembang di Indonesia, terutama di Kampar ketika agama Hindu menyebar. Seiring masuknya budaya Islam tradisi ini dilkukan saat menyambut bulan ramadhan sebagai bentuk kesiapan berpuasa dengan tubuh yang telah suci serta bergembira.

5. Tradisi Fahombo di Nias

Tradisi Fahombo atau populer  lompat batu menjadi unik karena hanya dilakukan oleh lelaki. Tradisi fahombo batu telah dilaksanakan sejak berabad-abad lalu dan diwariskan secara turun-menurun.

Di Nias setiap anak annak laki-laki berusia tujuh tahun harus berlatih lompat tali. Ketinggian tali akan bertambah seiring bertambahnya usia mereka. Hingga nantinya, lelaki tersebut akan diminta melompati batu setinggi 2 meter dan lebar 60-90 cm.



Tinggalkan komentar