Mengenali Dampak Perubahan Iklim Dan Krisis air Dari Berbagai Sudut

22 Maret 2024 diperingati sebagai hari air sedunia. Senbari ngabuburit dalam suasana bulan suci Ramadhan digelar acara Webinar bertajuk Perubahan Iklim dan Krisis Air yang digagas oleh Departemen Teknik Geofisika ITS, Kementerian KLHK, Badan Geologi -ESDM- MKTI-IAGI-Universitas Islam Internasional dan Komunitas Sahabat Bumi yang diwaliki oleh sang pendiri Wulansary.

Indonesia berada di kawasan tropis dengan dua musim yang tegas dan dalam perjalanannya ada anomali, musim hujan serta musim kemarau berlangsung lama sehingga muncul paceklik air. Kejadian alam kekeringan dan kekurangan air bersih sudah berlangsung berabad abad. *Ini berarti peradaban terdahulu telah mengembangkan berbagai cara untuk mengatasi, mestinya muncul kecerdasan lokal yang dimiliki setiap kawasan di Nusantara saat itu*.

Webinar ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan iklim dan perubahan penggunaan lahan mempengaruhi krisis air bersih. Harapannya kita semua bisa ikut berpartisipasi mengurangi dampak tersebut.

Selain itu ini merupakan diskusi menarik tentang berbagai sudut pandang keilmuan dan pengetahuan tentang air dalam kehidupan manusia.


Menurut Wulansary air adalah mahluk. Maka sebaiknya kita bisa bersikap bijak dan arif dalam memperlakukan air yang merupakan sumber kehidupan yang diperlakukan sama halnya benda bernyawa dss

Tinggalkan komentar