Nusantara Code Suarakan Budaya Untuk Kedaulatan Pangan

Visi mewujudkan kedaulatan pangan nasional lewat kebudayaan menjadi perhatian bersama pemerintah dan masyarakat.

Hal itu disampaikan langsung oleh Damayanti Buchori, Guru Besar Ekologi IPB dalam pidato kebudayaan yang disampaikannya dalam Kongres Kebudayaan Nasional.

Mengangkat tema Kebudayaan dan Kedaulatan Pangan dengan judul “Sebuah Refleksi Sejarah Pengetahuan dan kemanusiaan. Suara dari pesisir dan pulau-pulau kecil”. Pangan dan kebutuhan dasar yang menentukan sebuah peradaban.

Alam raya berusia 13, 7 milyar tahun sejarah manusia hadir di sebuah planet bernAMA BUMI. Kehadiran manusia sekitar 300.000 tahun lalu telah membuat banyak perubahan bagi bumi itu sendiri.

Pertanian lahir sekitar 12.000 tahum yang lalu. Dan pertanian ternyata menjadi yang membuat perubahan besar pada peradaban manusia itu sendiri.

Dalam persfektif Kebudayaan dan Kedaulatan pangan, Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan beragam kebudayaan masyarakat yang mengikutinya semestinya sistem pangan didirikan diatas keragaman.

17.000 pulau menjadikan Indonesia memiliki keragaman sosial, budaya dan ekologi yang membentuk sistem pangan di setiap daerah berbeda-beda khas spesifik lokasi.

Dami memberikan contoh pangan lokal khas suku Karo Sumatra Utara bernama bunga Dawa. Bunga Dawa menjadi sumber pangan alternatif pengganti padi. Menariknya bunga Dawa ini juga ada di tanah Jawa namun dengan sebutan yang berbeda yakni bunga jwawud.

Sistem ketahanan pangan tradisional seperti lumbung tergeser oleh pertanian industri. Revolusi hijau merusak keragaman sistem pertanian yang menghasilkan biodiversitas keragama menjadi tidak beragam.

Revoulsi tidak memandang geografis alam dan keunikan sosial menyebabkan degradasi lahan, punahnya benih lokal, menghilangkan agrobiodiversity serta menghilangnya kearifan lokal dan menimbulkan monokultur.

Pada United Food System Summit 2021 PBB menetapkan dan mengarahkan neagra-negara melkaukan transformasi sistem pangan.

Laporan FAO pada tahun 2023 menyatakan bahawa sekitar 258 juta  pendududuk dunia di 58 negara mengalami kerawanan pangan. Data tersebut meningkat sekitar 153 juta hanya dalam waktu satu tahun. Indonesia sendiri telah dan sedang menguopayakan program pengembangan food estate

Pengolahan tanah atau pertanian menghasilkan pengetahuan dan budaya pertanian yang holistik. Tetapi pemahaman holistik menjadi hilang ketika modernisasi hadir.

“Ketika kamu menjual senjata kamu mengendalikan tentara, ketika kamu mengontrol makanan kamu mnegendalikan masyarakat, tetapi ketikam kamu mengontrol benih kamu mengendalikan semua kehidupan” Vanandana ashiva.

Tinggalkan komentar