Saat ratusan hektar proyek food estate gagal panen mengapa pertanian selaras alam berbasis budaya tak dilirik?
Sekitar 600 hektar lahan singkong yang menjadi poyek food estate singkong mengalami gagal panen. Lahan yang dikembangkan di wilayah Kalimantan Tengah ini merupakan program lumbung pangan yang termasuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) pemerintah.
Food Estate sebagai lumbung pangan nasional diharapkan dapat menjadi solusi terhadap ancaman krisis pangan dunia. food Estate juga menjadi kebijakan untuk mencapai ketahan pangan nasional. Tetapi dalam pelaksanaannya food estate bersinggungan dengan konsep pertanian selaras alam.
Kawasan Pulau Pinang Kalimantan Tengah sebelumnya merupakan kawasan hutan. Pembukaan lahan pertanian food estate menyebabkan kawasan tersebut menjadi gundul dan menyebabkan terjadinya banjir.
Sementara hutan merupakan sumber kehidupan masyarakat setempat. Hutan menjadi tempat masyarakat suku Dayak berburu hewan, mecari tumbuh-tumbuhan herbal dan bahan ramuan obat serta penyedia kayu yang digunakan sebagai bahan bakar hingga pembuatana rumah.
Pembukaan lahan besar-besaran dengan mengorbankan keberadaan hutan menambah daftar panjang pengerusakan lingkungan dan penyebab krisis iklim di Indonesia. Dikutip dari greenpeace.org Food Estate tidak akan meningkatkan ketahanan pangan tetapi malah akan memperburuk krisis iklim dan keanekaragaman hayati melalui eksploitasi hutan dan lahan gambut, termasuk 3,2 juta hektar lahan di Papua.
Food estate dikembangkan tidak hanya di Klaimantan Tengah tetapi juga di beberapa wilayah lainnya yakni Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Papua. Ragam tanaman pangan yang dikembangkan adalah seperti padi, gandum, kentang, singkong dan jagung.
Program Food Estate menjadi langkah progresif pemerintah menyikapi imbauan badan pangan dunia (FAO) tentang ancaman krisis pangan dunia yang diakibatkan kelangkaan bahan pangan.
Pertanian selaras alam berbasis budaya sebetulnya merupakan pilihan paling bijaksana yang saat ini relevan dilakukan di Indonesia. Kembali kepada kearifan lokal leluhur da;am pelakukan pertanian tanpa merusak budaya maupun alam sekitar.
Salah satu gerakan yang aktif menyuarakan kembali upaya mengembaliakan kembali tradisi leluhur dalam melakukan pertanian selaras alam berbasis budaya adalah gerakan Nusantara Code. ***
