Jelang Ramadhan Gerakan Bangga Pangan Lokal Kembali Disuarakan

Jelang Ramadhan gerakan bangga pangan lokal (GERBANG PANGKAL) kembali disuarakan di media sosial. Gerbang Pangkal pertama kali diinisiasi oleh Wulansary pendiri gerakan Nusantara Code.

Ramadhan tahun ini menjadi tahun kedua gerakan bangga pangan lokal berjalan. Persiapan Gerbang Pangkal dimatangkan dalam forum diskusi Youth in Impact. Pemuda-pemudi yang akan membawa dampak perubahan baik bagi lingkungan dan sosial.

Dalam perjalana tahun pertamanya Gerbang Pangkal telah mampu menggetarkan sosial masyarakat secara digital maupun informatif melalui berbagai media komunikasi.

Gerakan bangga pangan lokal tahun ini akan memfokuskan pada penguatan kampanye di media sosial dengan cara membagikan ulang postingan instagram Nusantara Code tentang pangan lokal. Membagikan ulang dilakukan secara konsisten setiap hari selama 30 hari di bulan Ramadhan melalui fitur instastory.

Berbeda dengan tahun sebelumnya tahun ini kampanye bangga pangan lokal tidak hanya dilakukan secara online tapi juga offline di tujuh kota yakni Padang, Blitar, Indramayu, Kubu Raya, Wajo, Bali dan Ende.

Efektifitas pemberitaan melalui media sosial maupun website menjadi katalisator gerakan bangga pangan lokal secara offline. Harapannya agar masyarakat lebih peduli kepada keberadaan pangan lokal. Lebih dari itu diharapkan kebanggan mengkonsumsi pangan lokal disadari lebih luas.

Tinggalkan komentar