Siger Alternatif Pangan Lokal Masyarakat Lampung Berupa Beras Singkong

Beras siger adalah sumber karbohidrat non padi bagi warga Lampung. Siger merupakan beras yang terbuat dari ketela pohon atau singkong. Di dearah Jawa Tengah beras siger biasa disebut Tiwul. Sementara di Jawa Barat disebut Sangueun atau Rasi.  

Beras berbahan dasar singkong ini memiliki keunggulan rasa yang sama dengan beras yang berasal dari gabah padi.Termasuk kandungan protein yang tinggi, serta rendah akan kandungan karbohidrat.

Kadar serat pada beras siger lebih tinggi dibandingkan beras konvensional. Sementara kadar gulanya justru lebih rendah daripada kadar gula beras pada umumya.

Hal ini membuat beras siger sangat baik dikonsumsi penderita diabetes dan yang menyukai pola hidup sehat terutama diet. Karena kandungannya pengkonsumsi beras siger dapat merasakan rasa kenyang lebih lama dibandingkan beras biasa.

Dikutip dari lampung post awal mula beras siger diproduksi adalah pada tahun 2015. Ide diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal ini muncul bersamaan dengan terbentuknya Kelompok Wanita Tani Cahaya Sejahtera.

Pada awalnya pembentukan kelompok ini bertujuan untuk menghimpun kaum ibu di Desa Semuli Jaya.Pembentukan KWT Cahya Sejatera pertama kali beranggotakan  15 orang.

Melihat melimpahnya potensi singkong didaerah  Lampura, kemudian kelompok ini  berinisiatif memproduksi beras siger karena diantara para anggotanya memiliki kemampuan mengolah singkong menjadi tiwul. Kemudian ide produksi beras siger ini dikembangkan dengan maksud agar para ibu memiliki tambahan penghasilan.

Singkong sendiri adalah salah satu umbi-umbian yang memiliki nilai gizi yang hampir sama dengan beras atau nasi putih. Salah satu perbedaanya yaitu pada kandungan karbohidrat dari singkong yang lebih rendah dari nasi putih.

Beras siger merupakan modifikasi dari proses pembuatan tiwul dan oyek. Proses pembuatan beras siger kurang lebih membutuhkan waktu produksi sekitar dua minggu. Tahapan produksi beras siger dimulai dari pengupasan singkong, perendaman selama 3  hari.

Selama perendaman 3 hari air yang digunakan harus diganti setiap hari. Setelah itu singkong  dijemur sampai kering, baru kemudian masuk ke proses pengemasan.

Dalam Undang-Undang Pangan Nomor 18 tahun 2012 dinyatakan bahwa ketahanan pangan perlu diwujudkan dengan diversifikasi konsumsi berbasis pangan lokal.

Belum banyak yang mengetahui bahwa beras siger adalah salah satu produk unggulan daerah Lampung. Beberapa pelaku usaha Beras Siger dikelola oleh usaha kecil menengah (UKM) atau KWT yang menyebar di Provinsi Lampung, dibawah pengawasan kementrian pertanian.

Sebagai daerah pengahsil singkong terbesar di Indonesia Lampung  dianggap potensial menjadi daerah tujuan para investor yang ingin membudidayakan singkong dan beragam industri olahan berbahan dasar singkong lainnya seperti : tepung tapioka,  bioetanol, pabrik pakan ternak dan lainnya.

Selain singkong  yang terkenal sebagai primadoan, Lampung juga terkenal dengan hasil jagung dan buah nenas nya yang diekspor ke luar negeri.

Tinggalkan komentar